Kuliah S2 Sambil Kerja. Why not?

Hampir semua mahasiswa yang sudah lulus kuliah merasa lega pada hari wisudanya. Rasanya semua perjuangan terbayar di hari perayaan tersebut. Setelah menjadi sarjana, pada umumnya lulusan perguruan tinggi mulai mencari jati diri yang sebenarnya, namun di sebalik itu mereka bingung menentukan arah apakah melanjutkan kuliah ke jenjang S2, bekerja, menikah, atau njomblo forever…. Deretan pertanyaan ini bermunculan di kepala dan biasanya para sarjana baru menjadi akrab dengan job fair dan berbagai laman rekrutmen pegawai. Apalagi yang masih berstatus jomblo, kolom biro jodoh menjadi destinasi yang tidak kalah menariknya. Dari kehidupan mahasiswa yang nyaman, secara tiba-tiba dihadapkan pada status baru sebagai pengangguran dan pencari kerja, he.. he.. ternyata berat ya menjalani kenyataan tanpa status mahasiswa ditambah kekhawatiran menjadi jomblo forever..

Setidaknya ada 3 (tiga) dilema yang dihadapi oleh mahasiswa yang baru saja lulus kuliah: 1) Ingin kerja, tapi pekerjaan impiannya mensyaratkan pengalaman kerja minimal 2 tahun. 2) Persaingan untuk lulusan baru sangat ketat. Jumlah pekerjaan tidak sebanding dengan angkatan kerja yang lulus setiap tahunnya. 3) Gaji yang ditawarkan jauh di bawah ekspektasi. Tiga alasan ini membuat banyak lulusan baru membanting setir untuk mengambil pendidikan lanjutan di tingkat Magister he he he… sebagian lagi ingin menikah, tapi apa daya belum ketemu jodoh…

Kenyataan di atas sudah umum dialami oleh sarjana baru, fresh graduate. Keputusan mem-“banting setir” melanjutkan kuliah S2 supaya tidak nabrak atau setidaknya memilih jalan sementara yang dianggap paling aman sebenarnya boleh-boleh saja, malah dianjurkan saat darurat, namun apabila tidak segera dikoreksi dan dipandu dengan arah motivasi yang benar, dikuatirkan mereka gagal melanjutkan perjalanan kuliahnya karena banyak rambu-rambu yang belum dikenali dan terjerumus ke lubang yang menyesat kan hehe… Antara informasi yang paling dicari oleh calon mahasiswa S2 adalah sebagai berikut.

Apakah kuliah S2 masuk setiap hari?

kuliah sambil kerja

Pertanyaan di atas sering disampaikan oleh calon mahasiswa di awal tahun pelajaran, ketika musim regristasi. Hal ini bisa dimaklumi sebab mereka adalah baru sehingga banyak hal yang belum diketahui, termasuk bagaimana system perkuliahan pada calon tempat kuliahnya. Rasa penasaran dan ingin segera menjalani perkuliahan dalam suasana akademik yang mungkin berbeda dengan sebelumnya membuat mereka semakin bersemangat. Selain itu, bisa jadi pertanyaan tersebut muncul sebab ada rasa galau dalam diri Sarjana baru yang sudah menjadi calon mahasiswa. Sebagai fresh  graduate, keinginannya yang paling kuat adalah bekerja. Kalaupun pilih menikah, pekerjaan pun menjadi pertimbangan kuat. Jika memilih lanjut kuliah mereka juga ingin sambil bekerja. Terkait dengan opsi terakhir, kepastian jam perkuliahan menjadi pertimbangan mereka apakah bisa kuliah sambil kerja atau tidak… bilakah itu….

Bagaimana sih kuliah S2 itu?

Pada awal perkuliahan, mahasiswa S-2 akan dihadapkan pada berbagai kelas yang harus diambil. Kegiatan belajar di kelas akan lebih didominasi aktivitas diskusi, dibanding mendengarkan ceramah dari dosen. Mahasiswa pascasarjana dituntut aktif melakukan pembelajaran secara mandiri. Pada dua semester pertama mahasiswa disibukkan dengan tugas-tugas perkuliahan yang tidak jarang menjadi bermasalah apabila mahasiswa tidak dapat mengatur waktunya secara seimbang. Sedangkan pada 1-2 semester terakhir, aktivitas mahasiswa pascasarjana akan lebih banyak terfokus pada kegiatan riset. Pengetahuan yang lebih mendalam tentang bidang studi yang sedang digeluti tidak akan datang dari kelas, melainkan dari aktivitas langsung di lapangan. Secara garis besar, pendidikan di tingkat Magister memang mempersiapkan seseorang untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman profesional lewat proses riset dan pembelajaran yang dilakukan secara mandiri.

Mungkinkah kita kuliah sambil kerja?

Sebagian dari kamu pasti beranggapan bahwa, apabila kita memutuskan kuliah sambil bekerja, kita bakalan keteteran dalam mengatur waktu. Gimana mau belajar? Kalau pulang dari kerja sudah capek…. Nah anggapan seperti itu salah besar, kamu pasti akan membuat daftar yang berisi jadwal-jadwal kegiatanmu. Ada waktunya, kapan kamu harus belajar dan kapan kamu harus bekerja. Dengan kuliah sambil kerja kamu dilatih untuk bisa menyayangi waktu yang kamu punya semaksimal mungkin yang kamu bisa. Dan otomatis, kamu akan mengurangi kegiatan yang tidak penting. Seperti: menonton televisi hingga larut malam, nge-game, kongkow-kongkow dengan teman hingga pagi.

Yang pasti, dengan menjalani keduanya, kuliah sambil kerja, kita akan pandai dalam membagi waktu yang mungkin orang lain sering kebingungan dibuatnya, terlatih mandiri dan bertanggung jawab. Dengan bekerja, kamu menjadi bertanggung jawab atas dirimu sendiri, keluarga, partner dalam bekerja, teman kuliah, dan orang lain yang mungkin kamu tak mengenalnya. Mau nggak belajar, nanti IP jelek. Mau malas bekerja, nanti nggak dapat uang. Kuliah sambil kerja, kamu bakalan jadi orang yang perfectionist sesaat. Bagaimanapun caranya, kamu pasti berpikir harus totalitas di kampus, dan totalitas di tempat kerja.

Kuliah sambil kerja dapat memperkaya pengalaman baru, yang tentunya berbeda dengan mahasiswa pada umumnya

Kalau kamu memutuskan untuk kuliah sambil bekerja, sebaiknya kamu bekerja pada bidang profesimu kelak. Contohnya, kamu kuliah jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI), kamu mencari lowongan kerja di Lembaga Pendidikan, baik sebagai tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan. Kamu kuliah jurusan pendidikan, sebaiknya kamu bekerja sebagai guru baik di sekolahan formal, non-formal, maupun informal seperti les privat dls. Kamu kuliah di teknik mesin, cari lowongan kerja part time di bengkel terdekat. Kamu kuliah jurusan sains, carilah lowongan kerja part time di lembaga penelitian. Kamu kuliah di jurusan kesehatan, kamu bisa menjadi asisten para tenaga kesehatan yang sudah bekerja di instansi kesehatan. Kamu kuliah di jurusan ekonomi, kamu bisa mengambil part time sebagai kasir di Bintang Swalayan, misalnya.

Dengan begitu, pengetahuan kamu akan dunia kerja justru akan semakin bertambah. Jadi besok sewaktu kamu sudah lulus kuliah, kamu tidak akan kaget dengan kerasnya dunia kerja dan mentalmu bukan mental anak lulusan SMA lagi tentunya.

Kuliah sambil kerja, bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah langsung ke lapangan

Kamu nggak bosen kalau hidupmu monoton? Pagi berangkat kuliah, dengerin dosen ceramah sambil ngantuk terus pulang kuliah sampai indekos, tidur. Begitu terus hingga negara api menyerang. Kesuksesan tidak dibangun dari meja tempatmu belajar, tidak dibangun dari teori-teori yang hanya didapat sewaktu kamu kuliah. Dunia ini luas, bro. Kesuksesan dibangun dari semangat, kerja keras, dan pantang menyerah. Kuliah sambil kerja sangat efektif untuk menguasai teori dan praktik suatu ilmu. Hari ini kamu belajar teori manajemen di bangku kuliah, besok kamu terapkan di tempat kerjamu. Ilmu semakin diaplikasikan semakin bertambah. Kebalikannya, ilmu akan hilang bila tidak duaplikasikan. Al-‘ilm bila ‘amal kasysyajar bila tsamar, ilmu yg tidak diaplikasikan bagaikan pohon yang tidak berbuah.

Mereka yang kuliah sambil kerja akan menjadi SDM yang siap kerja, dan siap untuk membuka usaha

Banyak dari instansi yang mengeluhkan bahwa seorang sarjana tidak siap untuk bekerja. Jadi, banyak sarjana yang bekerja bukan pada jurusannya. Dengan kamu kuliah sambil bekerja, berarti kamu sedang menyiapkan diri untuk menjadi SDM yang sudah berpengalaman kerja. Pernahkan kamu bandingkan bagaimana setelah lulus teman kamu yang kuliah sambil kerja dengan yang hanya kuliah dan tidak sambil kerja? Tentu yang kuliah sambil kerja lebih siap memasuki dunia kerja di lingkungan yang baru sekalipun.

Yang kuliah sambil kerja memiliki jaringan yang luas dan pasti akan punya banyak kenalan baru

Dengan bekerja, jaringanmu akan bertambah luas. Kamu akan banyak menemukan orang-orang baru, dengan beragam karakteristik sifat. Di sana, kamu akan diajarkan banyak tentang ber-retorika dan mempengaruhi lawan bicara tentunya. Itu membantumu untuk bekal dalam proses perkuliahan, berkomunikasi dengan dosen dan teman mahasiswa. Jaringanmu yang sudah terbangun saat kuliah tentu akan membantu kamu saat nanti kamu melebarkan sayap dan karir pekerjaanmu.

Dan yang pasti, kuliah sambil kerja dapat meringankan beban orang tua