MUTU

Kebijakan

Kebijakan mutu di Prodi MPI Pascasarjana IAIN Ponorogo didasarkan pada aturan yang berlaku, antara lain:

  1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  2. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  4. Permendiknas Nomor 63 Tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
  5. Perpres RI Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
  6. Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT)
  7. Permendiknas Nomor 59 Tahun 2016 tentang Statuta IAIN Ponorogo.
  8. Peraturan Ketua STAIN Nomor 06 Tahun 2015 tentang Sistem Penjaminan Mutu Internal IAIN Ponorogo yang memuat kebijakan mutu, manual mutu, dan standar mutu yang berlaku di lingkungan IAIN Ponorogo.

Sistem penjaminan mutu Internal pada Program Magister Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Ponorogo didasarkan pada:

  1. Senat Nomor: 538/In.32.1/05/2018 tentang Kebijakan Akademik;
  2. Rektor Nomor: 539/In.32.1/05/2018 tentang Standar Mutu Internal Pendidikan;
  3. Rektor Nomor: 540/In.32.1/05/2018 tentang Standar Mutu Internal Penelitian;
  4. Rektor Nomor: 542/In.32.1/05/2018 tentang Standar Mutu Internal Pengabdian kepada Masyarakat;

Penjaminan mutu internal Program Magister Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Ponorogo dilakukan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN yang dibentuk berdasarkan SK Rektor IAIN Ponorogo. Struktur LPM terdiri dari Ketua, Skretaris, Kepala Pusat, dan beberapa staf. Unit ini melaksanakan tugasnya dengan memberikan pedoman Standar Operasional Prosedur (SOP) kegiatan akademik dan layanan akademik prodi Manajemen Pendidikan Islam dan mengevaluasinya melalui contek, input, proses dan produk (CIPP) yang dapat digambarkan sebagi berikut;

Penjaminan mutu terhadap input mahasiswa dilakukan dengan menggunakan standar kemampuan bahasa Inggris dan bahasa Arab melalui ujian tulis dengan standar kelulusan minimal nilai 70, Tes Potensi Akademik (TPA), serta melalui kemampuan menyusun dan mempresentasikan rancangan proposal yang relevan dengan prodi Manajemen Pendidikan Islam, serta memenuhi standar penulisan karya ilmiah. Di samping itu Indek Prestasi Komulatif S1 calon mahasiswa minimal 3,00.

Penjaminan mutu terhadap proses pembelajaran dosen meliputi aspek persiapan perkuliahan yang berupa Rencana Pembelajaran Semester (RPS), kualitas materi dan penguasaan materi, serta kemampuan menggugah semangat untuk menggali ilmu (inspiring and imaginative), kemampuan metodologi pembelajaran, disiplin dan pemanfaatan waktu, kualitas tugas yang diberikan, perilaku dan penampilan dosen, serta kesan umum tentang perkuliahan mata kuliah dimaksud. Sebagai langkah pengarahan awal, misalnya gugus penjaminan mutu Pascasarjana bersama-sama dengan LPM melaksanakan workshop metodologi pembelajaran dan pembuatan RPS.

Penjaminan mutu terhadap out put mahasiswa diukur dengan standar keterlibatan alumni dalam dinamika sosial, jumlah alumni yang melanjutkan ke jenjang S3, dan kepuasan stakeholder / pengguna alumni, serta kualitas perjalanan karir/kehidupan alumni.

Penjaminan mutu terhadap layanan akademik dilakukan menggunakan standar ketepatan, kecepatan dan keramahan yang diberikan oleh pengelola kepada pengguna layanan baik mahasiswa, dosen, maupun stakeholder.

Sistem Penjaminan Mutu

Penjaminan mutu di Program Magister Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Ponorogo dilaksanakan secara sistemik dan terstruktur, dikembangkan melalui ”Gugus Jaminan Mutu Program Studi”. Sistem penjaminan mutu ini terprogram dan terencana sesuai dengan (1) Rencana Induk Pengembangan Sekolah Tinggi 2011-2025, (2) Renstra Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Ponorogo 2012-2016, (3) Renstra IAIN Ponorogo 2017-2022. (4) Prosedur Baku IAIN, dan (4) Audit Mutu Internal yang dilaksanakan setiap semester.

Sistem penjaminan mutu di Pascasarjana IAIN Ponorogo sesuai dengan SK Rektor IAIN Ponorogo Nomor: 249/In.32.1/03/2018, tertanggal 7 Maret 2018 tentang Susunan Pelaksana Gugus Jaminan Mutu Program Studi Pascasarjana sebagai berikut:

Rincian tugas masing-masing pelaksana penjaminan mutu diuraikan sebagai berikut:

  • Penanggung jawab

Penanggungjawab penjaminan mutu Pascasarjana bertanggungjawab atas penerapan kebiajakan penjaminan mutu Pascasarjana, mengatur uraian tugas masing-masing unit penjaminan mutu Pascasarjana, dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Rektor,

  • Koordinator

Koordinator penjaminan mutu bertugas menjalankan fungsi koordinasi dalam penjaminan mutu, melakukan koordinasi secara rutin dengan Direktur tentang pelaksanaan penjaminan mutu Pascasarjana, menyusun perencanaan penjaminan mutu Pascasarjana, melaksanakan, dan memonitor serta melakukan evaluasi, melakukan konsolidasi rutin dengan semua elemen yang terkait mengenai penjaminan mutu Pascasarjana, dan melaporkan pertanggungjawaban kepada Direktur

  • Anggota

Anggota penjaminan mutu Pascasarjana bertugas berkoordinasi dengan koordinator melaksanakan proses penjaminan mutu Pascasarjana, memilah aspek-aspek kelemahan dalam pelaksanaan penjaminan mutu, dan membuat laporan pelaksanaan penjaminan mutu Pascasarjana

  • Pelaksanaan Penjaminan Mutu

Untuk menjamin perbaikan dan peningkatan kualitas Prodi, penjaminan mutu Program Magister Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Ponorogo dilakukan dua kali dalam setahun secara internal. Sesuai dengan Pasal 52 ayat (2) UU Dikti, penjaminan mutu dilakukan  melalui 5 (lima)  langkah utama yang disingkat PPEPP, yaitu Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi (pelaksanaan),  Pengendalian (pelaksanaan), dan Peningkatan Standar.

SIKLUS PPEPP

Pelaksanaan penjaminan mutu tentu mengacu pada dokumen mutu. Dokumen mutu disiapkan oleh Lembaga Penjaminan Mutu dan lembaga terkait yang bisa diurutkan sebagai berikut:

  1. Manual mutu yang menyatakan kebijakan umum organisasi Prodi terhadap aktifitas operasional yang dilakukannya terdiri kebijakan umum, uraian mengenai organisasi, pengelolaan pedoman mutu, garis besar kebijakan organisasi yang semua tertuang di dalam Renstra, Renop, Pedoman Akademik Pascasarjana, Pedoman Penulisan Tesis, Pedoman Mutu LPM IAIN Ponorogo, dan Pedoman Mutu Gugus Mutu Pascasarjana.
  2. Prosedur mutu berupa dokumen yang menguraikan isi manual mutu menjadi kegiatan operasional. Prosedur mutu di Program Studi ini berupa SOP (Standard Operating Procedure) Pascasarjana (SK. Rektor Nomor: B-425/In.32.1/OT.01.3/SK/12/2017 tentang Penetapan SOP IAIN Ponorogo)
  3. Instruksi Kerja menjadi acuan kerja bagi setiap personil yang berbentuk Surat Keputusan Rektor, SK Direktur, Surat Tugas, disposisi.
  4. Pelaporan dan Dokumentasi, yaitu hasil pelaporan dari setiap kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk dokumen-dokumen laporan yang selama ini sudah didokumentasikan sesuai seharusnya, misalnya dokumen seminar, dokumen rapat, dokumen bedah buku, dan sebagainya
  5. Manual Pelaksanaan Standar ialah acuan yang digunakan untuk mengontrol bahwa setiap kegiatan sudah mengacu ke standar yang benar, contoh checklist laporan monitoring, pedoman pengawas ujian, pedoman pelaksanaan ujian
  6. Evaluasi kegiatan dan kinerja digunakan untuk mengevaluasi kegiatan tentang apa yang sudah dicapai dan kendala apa yang didapati berikut solusi penyelesaiannya. Dokumen evaluasi berupa laporan hasil rapat evaluasi yang biasanya selalu ditulis dalam setiap laporan kegiatan, baik berupa notulensi rapat dan absensi peserta.

Evaluasi dilaksanakan melalui audit mutu, yaitu penyebaran angket penilaian kinerja dosen, tenaga kependidikan, dan lembaga oleh mahasiswa. Untuk evaluasi internal pada setiap akhir semester, Program Studi bersama-sama dengan Lembaga Penjaminan Mutu mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran sebagai bagian dari evaluasi internal. Kuesioner dibagikan kepada mahasiswa pada saat ujian akhir semester untuk mengumpulkan kritik dan penilaian mahasiswa terhadap kinerja dosen. Hasilnya digunakan oleh program studi untuk mendapatkan umpan balik mengenai pelaksanaan kegiatan pembelajaran, misalnya apakah seorang Dosen telah melaksanakan kuliahnya sesuai dengan yang telah digariskan di dalam Satuan Acara Perkuliahan, apakah tugas yang diberikan mendukung materi kuliah yang diberikan, dan sebagainya. Prodi juga melaksanakan pemantauan pelaksanaan kegiatan perkuliahan di setiap akhir semester melalui observasi terhadap dokumen (1) Berita Acara Proses Pembelajaran: berisi antara lain tanggal dan waktu kegiatan proses pembelajaran, dan materi yang diberikan oleh Dosen yang bersangkutan; dan (2) Absensi Perkuliahan. Prodi juga melakukan evaluasi kurikulum secara periodik dalam rangka mengembangkan kurikulum-kurikulum yang berlaku sesuai dengan perubahan Situasi dan Kondisi.

Tindaklanjut kegiatan dilaksanakan setelah evaluasi untuk memastikan agar kegiatan yang dilaksanakan tidak berhenti sampai di situ tanpa ada rencana. Rencana tindak lanjut ini selalu dicantumkan di dalam setiap laporan kegiatan termasuk tindak lanjut dari temuan dan kesimpulan audit mutu internal yang dilakukan oleh Tim AMI (Dokumen terkait hal ini terlampir). Sebagai contoh, Dosen yang mengajar pada Program Magister Prodi Manajemen Pendidikan Islam harus memenuhi kualifikasi yang disyaratkan. Untuk menunjang itu, dosen ditugasi untuk membuat Laporan Pelaksanaan tugas Dosen. Pelaksanaan segala kegiatan di suatu semester dilaporkan oleh setiap Dosen, misalnya kegiatan perkuliahan, penelitian, penulisan buku/diktat/makalah ilmiah, pengabdian masyarakat, kegiatan mengikuti seminar/pelatihan/lokakarya, dan sebagainya. Laporan tersebut menunjukkan kinerja Dosen yang dapat digunakan untuk pengembangan program studi selanjutnya, maupun untuk keperluan penilaian bagi masing-masing Dosen tersebut.

Misi dan tugas yang dilaksanakan oleh seluruh elemen di lingkungan Program Magister Prodi Manajemen Pendidikan Islam diarahkan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti sesuai visi yang telah disepakati bersama.